Langsung ke konten utama

DIGUGU DAN DITIRU SERTA GUDANG RUJUKAN

 

DIGUGU DAN DITIRU SERTA GUDANG RUJUKAN

(GURU)

Oleh : Dwi Santoso

ASN di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Pringsewu

 

“Ing Ngarso Sun Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani.”Di depan, seorang pendidik harus memberi teladan atau contoh tindakan yang baik, di tengah atau di antara para murid, Guru harus menciptakan prakasa dan ide, Dari belakang, seorang guru harus memberikan dorongan dan arahan. Ini merupakan ladasan filosofis dari salah satu Founding Father dunia Pendidikan Indonesia Ki hadjar Dewantara dalam mendidik generasi bangsa, pesan ini sangat jelas ditujukan kepada seorang pendidik, karena memiliki peran yang sangat penting dalam membangun generasi dalam hal membentuk karakter serta membantu untuk meraih masa depannya.

Dalam membentuk karakter sebuah generasi agar mampu meraih masa depannya dengan baik tentu ada persoalan yang dihadapi, dengan demikian seorang guru harus mampu merumuskan sebuah konsep mengajar yang sesuai dengan kebutuhan pendidikan, pendidikan merupakan landasan bagi para siswa dalam menghadapi tantangannya dimasa mendatang sehingga siswa harus mempunyai sebuah kesadaran sesuai dengan peranannya di lingkungan masyarakat yang akan semakin kompleks, dengan ini guru harus selalu meningkatkan kualitas sebagai pendidik.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri, jumlah penduduk Indonesia mencapai 275,36 juta jiwa pada Juni 2022. Dari jumlah tersebut, ada 190,83 juta jiwa (69,3%) penduduk Indonesia yang masuk kategori usia produktif (15-64 tahun). Ini merupakan bonus demografi yang diberikan alam semesta untuk Indonesia dan wajib dipersiapan sebagai generasi emas tahun 2045 yang bertepatan dengan 100 tahun Indonesia merdeka, jika ini tidak dipersiapan dengan sistem pendidikan dan kualitas guru yang baik maka bukan menjadi bonus demografi yang Indonesia dapatkan tetapi malapetkan demografi. Revolusi Industri 4.0 dan Indonesia emas tahun 2045 seperti dua kutub yang tidak bisa dipisahkan. Karena itu, terwujudnya Indonesia emas tahun 2045 tergantung bagaimana kesiapan generasi Y dan Z yang merupakan generasi emas Indonesia, seperti kutipan Nelson Mandela L’education est l’arme la plus pusiante qu’on puise utiliser pour changer le monde (“ Pendidikan adalah sejanta paling ampuh yang dapat anda gunakan untuk mengubah dunia”) disini peranan guru sebagai pendidik sangat sentral karena harus menuangkan ide dalam kegiatan belajar mengajar serta meninggalkan metode pengajaran yang sudah memudar relevansinya.

Langkah kongkrit pemerintah untuk mewujudkan generasi emas tersebut salah satunya dengan program yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Indonesia pada tahun 2021, yaitu kurikulum merdeka, program ini untuk mempercepat transformasi pendidikan di Indonesia serta mempersiapkan peserta didik untuk menghadapi tantangan global di masa depan selain itu, menekankan pada pendekatan pembelajaran yang lebih kontekstual, kreatif, dan kolaboratif, serta memperkuat karakter peserta didik seperti kepemimpinan, empati, dan kewirausahaan. Program ini juga memberikan fleksibilitas kepada sekolah untuk mengembangkan kurikulum yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan potensi masing-masing peserta didik. Melihat tantangan Indonesia dalam mewujudkan generasi emas Tahun 2045 tersebut guru wajib memiliki perspektif global agar mampu menciptakan generasi yang mampu memahami nilai-nilai secara global, memiliki empati yang tinggi, kolaboratif, kretaif dan berpikir kritis.

Pengembangan pengetahuan dan wawasan tentang perspektif global seorang pendidik dengan meningkatkan pemahaman tentang budaya yang beragam diberbagai dunia agar tercipta lingkungan belajar tanpa membedakan latar belakang, kemampuan, gender, agama dan orientasi seksual peserta didik. Memahami isu-isu global seperti perubahan iklim, perdagangan dunia serta isu-isu hak asasi manusia. Pemahaman tentang perkembangan teknologi terbarukan, pemahaman tentang perkembangan global tersebut mampu memberikan pengajaran yang relevan dan up to date. Profesi guru bukan hanya tentang teknis akan tetapi merupakan sebuah konsep dalam mencetak generasi mendatang sehingga harus mampu menjelaskan ilmu pengetahuan secara koheren karena dunia pendidikan kita masih terdapat mitologi-mitologi sehingga rasionalitas peserta didik tersumbat karena hal ini. Jika pengetahuan dan wawasan yang luas, semangat belajar sampai akhir hayat dan visioner dalam dunia pendidikan telah dimiliki seorang guru maka harapan pendiri bangsa tentang dunia pendidikan “Ing Ngarso Sun Tulodo, Ing Madya Mangun Karso, Tut Wuri Handayani” dapat diwujudkan dengan Baik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hijau

Logika

  LOGIKA ITU APA SIH.?   Kenapa ini perlu dibahas karena kita terlalu sering dalam berargumen atau bercakap-cakap dengan menyebut, begitukan logikanya, gak logis banget, gak masuk logika dll. Jika kita sudah clear tentang pemahaman logika ini kemungkinan besar kita akan terhindar dari yang namanya Black argument dan berbicara ngelantur tanpa arah yang jelas untuk disimpulkan yang keduanya ini merupakan situasi yang tidak pasti atau bersifat ambiguitas (post truth) selain itu tentunya kita tidak akan gagap dalam menghadapi hal-hal baru (konteks argumentatif). Melihat begitu pentingnya logika bagi pertumbuhan kita sebagai manusia maka kita mesti cermat dan tepat dalam mendefinisikan dan memaknai logika itu sendiri tentuntanya sesuai dengan kaidah keilmuan. Ada beberapa penjelasan tentang logika dari beberapa ahli: Dalam buku Logika Kritis Filsuf Klasik Aristoteles mengungkapkan logika adalah ajaran mengenai berpikir secara ilmiah membahas wujud pikiran itu sendiri da...

Tomato